Showing posts with label Horor. Show all posts
Showing posts with label Horor. Show all posts

Hidden Floor (2006)





aka Nebeonjjae cheung
Director: Il-soon Kwon
Casts: Seo-hyeong Kim
Yoo-jung Kim
Country: Korea


gw udah cukup lama menantikan film horror yang ikut screamfest taun lalu ini [eh iya kan om leo?].

gw suka banget sama jalan ceritanya. soal kepercayaan bahwa akan membawa ketidak beruntungan kalo sebuah lantai dinamai lantai 4. makanya beberapa gedung suka meniadakan angka 4 di deretan lantainya [either diskip, atau diganti jadi 3A]. Nah kalo di film ini ceritanya ditiadakan. dari lantai 3 langsung ke 5. Dan di apartemen tanpa lantai 4 itu, mulai terjadi teror2 hingga menyebabkan kematian.

Sebenernya hantu di film ini ga serem2 amat, yah tipikal sadako-wannabe. cuma thrilling ambiencenya dapet banget. mulai dari suara2 di bawah lantai. trus kejadian 'salah lantai'...ouwww yess nice nice thrill.

tp satu hal. benang merah antara teror sang hatu dan tokoh penyebab teror itu terjadi.. agak2....ga kena. karena secara tiba2 aja kondisinya berubah. agak terlalu cepat malah. sampe2 gw dan wahyu sempet bingung... "loh..kok kenapa si 'orang itu' tiba2 jadi begitu...?" yanh intinya, dibagian itu agak2 terasa missing linknya.

overl all, film ini mayan seru kok. buat sekedar kaget2an dan seru2an. kalo soal ending, yaudahlah ya...tipikal film horor kebanyakan. nuthin special [sampe2 gw aja udah mulai lupa...wakkakakakakakakaka padahal baru sekitar 2 hari yang lalu gw ntn]. ceritanya juga sebenernya menarik dan sesekali bikin merinding. cuma sayang, sepertinya bukan masuk kategori film yang akan bikin lo terngiang2 sepanjang masa. cuma enak dikonsumsi sesaat buat seru2an.

sayang sekali

Legenda SUndel Bolong (2007)





Pemain : Baim, Tio Pakusadewo, Jian Batari, Uli Auliani
Sutradara : Hanung Bramantyo
Penulis : Erik Tiwa/hanung Bramantyo
COuntry Indonesia




Nahhhh sebenernya saya penasaran banget sama film ini karena sutradara dan ide cerita film ini dari mas Hanung bramantyo, walaupun saya gak terlalu high expectation sama film ini tapi what the heck... gak mati khan kl nonton film jelek hehehe.

Buat permulaan film ini saya akuin tempat-tempat pengambilan gambarnya bagus banget.. indonesia sekali dengan aura2 pedesaan dan didukung colour tone yang berkesan seperti film lama. Dan very nice indeed mereka tidak memaksakan untuk dibikin seperti set-set film horror yang maksa. Pedesaan di daerah jawa barat sudah cukup dengan sendirinya membuat aura serammmmm.

Jempol juga buat oom hanung karena overall everything in this movie is absolute original, terutama setan yang gak ikut2 saga ngesot-ngesotan dan gak ada sadako kudis jadi-jadian. Bener2 disuguhin mbak sundel bolong asli bikinan dalam negeri hehehe. Ide cerita walopun terdengar klasik tapi menurut saya tetap bagus.

Ya setting cerita tentang sebuah desa bernama banjar di pinggiran jawa barat yang di over run oleh seorang demang juragan perkebunan teh yang demennya nyulikin penari-penari ronggeng yahhud nan seksi dan dijadikan budak nafsunya hahahahaha. Salah satu dari penari ronggeng itu ada yg mati terbunuh karena mau kabur setelah dihamili dan disekap sama si demang... nahhhh ini dia nih si mbak sundel bolongnya. satu lagi notes dari saya dan pacar, itu si sundel bolong koq gak diceritain kenapa punggungnya bolong, kalo yang versi suzzanna khan jelas tuh gara-gara pas hamil di santet sama orang jadi beranaknya brojol lewat punggung... nahhh yang ini...??? masih jadi misteri.. tau-tau udah bolong kumplit dengan tulang belakang yang nongol hehehe.


Walaupun film ini tidak seram dan tidak tegang tapi ada dua scene yang bikin lumayan nahan napas hehehe salah satunya pas si imah lagi kesurupan gara-gara lagi dikerjain sama si dukun perempuan itu... grrrrrrrrr ekspresi mukanya parahhhhhh. Dan yang paling yahuud itu pas si pak lurah lagi bawa lentera malem-malem buta mau nyari si imah trus masuk ke jalan setapak yg ditutupin sama pohon bambu gede-gede... nahhhhh tiba-tiba ada suara musik sunda dan deshhhhhhhhhhhh nongol lah si sundel bolong dengan selendangnya joged ronggeng lah dia.... hiiiiiiiiiiiiiiiiii najis merinding gue.

Oh yah satu lagi acting pemainnya lumayan bagus walopun non-sundanese yang dipaksakan menjadi sunda tapi yahh lumayan lah. Yang kocak saya baru ngeh kalo pemeran cowok di film ini itu si baim anu sapa tuh nama band nya ahhhh ADA band hakhakhakhak cocok mukenye susah soalnya hahaha.

Storyline: biasa aja tp sangat original

Blood: sundel bolong...??? masih nanya darah..???

Sex: ditendang istri saat mau gituan

Scare factor: cukup dua scene

Ambience: kerennnn...!!!!!!

Ghost: original indonesia (kecuali scene CGI jelek mbak sundel bolong merayap di plafon waakakkaa)

Verdict: 2setengah bintang buat mas hanung... hajar trus mas

4bia (2008)




Directors: Banjong Pisanthanakun, Paween Purikitpanya
Casts: Laila Boonyasak ,
Pongsatorn Jongwilak
Maneerat Kham-uan
Kantapat Permpoonpatcharasuk
Country: Thailand



Sebuah penyegaran, setelah sekian lama film2 horor memburuk.

Mungkin ini bukan film horor yang spektakuler. Mungkin ini masuk kategori yang biasa aja. Sejujurnya di film ini, bisa ditemukan banyak 'celah kosong' yang membuat penontonnya bertanya2, karena di satu-dan-dua-hal, film ini memang kurang logis... tp setelah trend film horor kacrut yang panjang, 4bia membuat saya tersenyum lebar. Ya..., saya suka film ini.

Yang membuat agak sulit dalam penilaian film ini adalah, 4bia terdiri dari 4 cerita. dan ke-4nya memiliki karakter dan penilaian yang berbeda. Favorit saya adalah cerita pertama [Happiness] dan cerita ke-empat [Last Fright]. Sementara cerita ketiga [In The Middle] tidak masuk kategori jelek, seru malahan, tp ga bis agw masukin katgori horor. Nah kalo cerita ke-dua [Tit for Tat] ancurnya minta ampun, it sucked BIG time!! Nah, karena penilaian yang rumit ini, gw pisah jadi 4 bagian aja yah.

1. Happiness
Gw salut sama sutradara film ini. Dari awal cerita smp abis, gw ga menemukan dialog sm sekali. Film ini bercerita melalui sms, gestur, ekspresi, dan segala hal yang bisa dijadikan sebagai penyalur informasi. Dan keadaan tanpa dialog itu, tidak membuat kami para penonton bingung. Kami masih bisa mengerti dan menangkap emosi dari film ini. Brilliant!! Cuma, [iya masih ada cumanya]. The ending is a bit corny. Kemunculan sang hantu yang cuma sekali, tp dalam moment yang tepat dan membantu klimaksnya film ini, sebenernya bagus. Tp sayang,.... i hate CGI ghosts... udah gitu. setelah klimaks itu, bukannya berhenti menggantung di sana, malah dilanjutkan dengan 'penjelasan' yang corny. sayang sekali.

2. Tit for Tat
nice nice nice cinematography. tp sisanya ancur. Ceritanya aneh, hantu CGInya jelek mampus, model filmnya semodel Final Destenation wannabe, dan lagi2, sang sutradara sok2 meng-intens-kan film yang sebenernya ga terlalu intens ini. ditambah lagi, ending yang..... duh.... come on!!. a very crappy one.

3. In The Middle
nah, yang ini seru banget ceritanya. Jalan dan alurnya bagus banget. Meletakkan humor di titik2 yang tepat dan ga murahan. lo ga bakal bisa lepas dari layar begitu film ini mulai, lo akan terus terbawa arus cerita, dan terus menunggu hal apa lagi yang akan muncul di film ini. Tp sekali lagi, film ini malah ga bisa dikategorikan horor. there's no thrilling ambience at all. Cuma seseruan di tiap adegan. Tapi, film ini juga ga bisa dimasukin ke kategori film jelek. cuma, bukan horor aja. Oia, ceritanya pun ga ketebak loh.... yah kesimpulannya: It's a fun ride.

4. Last Fright
nah, yang ini adalah yang memiliki kadar ketidak logisan paling tinggi. Bukan ceritanya over aneh atau gimana, cuma memiliki satu-dua hal yang sesekali bikin gw menaikan alis tinggi2. [misalnya kayak, kenapa juga itu mayat kok didudukin aja di kursi pesawat, dan cuma berbalut kaffan. Padahal dia kan seorang putri, at least ada cara yang lebih propper kan? ]. But anyway, gw berusaha untuk tidak menggubris titik2 ketidak logisan itu, dan berusaha menikmati film ini. Dan berhasil. Karena dari 4 cerita, Last Fright ini adalah film yang paling masuk kategori film horor. Jalan ceritanya menarik, alurnya ga dipanjang2in, i can feel the thrilling ambience, dan hantunya.... kamprettttttttttttt males banget klo gw nemu begituan di pesawat terbang. Yap, film ini benar2 melengkapi syarat2 film horor. This movie have the goodies on, beside the not-so-logic-facts-so-they-can-make-a-thrilling-scene itu [iyalah....coba kalo hantunya ada di peti trus ga di kursi penumpang, film ini akan jadi horror-less]

Body #19 (2007)




Director: Paween Purikitpanya
Writers: Paween Purikitpanya (writer), Chukiat Sakveerakul (writer)
Country: Thailand


Hmmpf....

pas gw tau Body#19 adalah film yang dibuat oleh sutradara yang bikin Tit for Tat [salah satu dari cerita pendek di film 4bia], gw langsung seketika meng-underestimate film ini. Nah kebetulan aja kemarin saya dan pacar menemukan DVDnya di ratu plaza [maap om Leo, kami malah memilih bajakan daripada berkunjung ke sinema handal tempat dirimu bekerja :P]. Berhubung kami masih agak penasaran, jadilah kami beli. Dan kami tak menyesal. Karena kami baru saja menyelamatkan dompet kami dari kehilangan isinya untuk sebuah film yang.......... yah gitu deh.

Dengan Body#19 ini, gw dan wahyu merasa kalo Thailand sedang berusaha 'berbelok' dari tipikal film horor yang biasa mereka buat, jadi lebih ke hollywood2an. Yang paling jelas adalah dari segi sinematografinya. it's so typical hollywood. Cara perubahan adegan, alurnya...sangat...Hollywood. pengambilan gambarnya mirip dengan Tit for Tat, nice angles actually, dan terlihat kalo sang sutradara berusaha menonjolkan ke-intens-an filmnya. Tp sayangnya, malah jadi keliatann...berlebih. Karena basicly, film ini tidaklah....intens. Pada dasarnya film ini biasa aja. Tidak memiliki jalan cerita yang kuat. dan bisa dibilang alurnya pendek. cuma pada akhirnya malah dipanjang2in, sok dibuat twisted, dan sok dibuat intens. Trik yang sangat tidak pada tempatnya, hingga pada akhirnya gw cuma bisa bilang "apaan sih?"

yah pokoknya gini aja. Ini adalah kondisi saat gw ntn:
-nonton

-mulai bosan

-akhirnya ketiduran

-kebangun, dan mendapati scene yang masih sama dari saat gw ketiduran

-ketiduran lagi

-kebangun lagi

-scenenya masih sama lagi.

-dan memutuskan untuk ketiduran lagi dan berharap scene udah ganti

-sayangnya pas kebangun, hal yang sama terulang kembali

dan di akhir cerita, biarpun gw ketiduran secara konstan, gw masih ngerti jalan ceritanya, well kecuali soal si mbak2 yang pas gw tanya ke wahyu-yang-ga-ketiduran-dan terus-mengikuti-filmnya, dia pun ga tau siapa si mbak itu. katanya ga dijelasin juga. Jadi kesimpulan gw, sepanjang gw tidur itu, film yang konon adalah film horor ini 'tidak berisi'. sampe2 gw ga nyesel gw ketiduran.

dan film ini sok2 dibikin misterius, dengan adegan2 pembuka yang maksudnya sih biar twisting. Padahal sih jadinya bukan twisting yang bikin penasaran, tp gw malah jadi ngerasa, film ini langsung loncat ke tengah cerita, tau2 tanpa sebab udah ada teror. gw tau sih maksudnya, 'semua penjelasan' distok di ending, biar ceritanya 'klimaks' kemudian para penonton akan ber 'ooh' ria. tp sayangnya, hal itu malah memperkuat kesan, kalo film ini cuma dipanjang2kan dan dibuat sok misterius secara berlebihan aja.

well the basic idea mungkin sebenarnya menarik. tp sayang, ide itu ga digarap lebih jauh jadi cerita yang lebih pintar. tp malah disajikan mentah trus cuma dibumbui pengambilan-gambar-yg sok-intens, jualan kaget, serta CGI yang jelek minta ampun.

ps. belum ada 30 menit di awal cerita, gw dan wahyu sudah bisa menebak jalan ceritanya.

Shutter [U.S. Version] (2008)




Director: Masayuki Ochiai
Casts: Joshua Jackson, Rachael Taylor, Megumi Okina
Country: USA


Shutter melengkapi daftar film-film horor asia yang di-remake Hollywood. Sebut saja The Ring, Ju-on, One Missed call, hingga The Eye, namun sampai saat ini belum nampak satu pun dari hasil pembuatan ulang tersebut yang mampu menandingi film aslinya. Tapi, bagaimanakah dengan Shutter?

Kembali lagi, Hollywood gagal..... Film horor asal Thailand yang booming di tahun 2004 itu, dikemas dalam format yang sedikit berbeda. Cerita yang sedikit di-twist pada bagian awal film sehingga membuat alur cerita terlihat lebih logis. Pengembangan yang sangat menarik, membuat cerita jadi lebih mudah dicerna. Namun, pengembangan itu terhenti di sana saja. Memasuki inti cerita, tidak lagi terlihat keberanian dalam pengembangan cerita, malah bisa dibilang terlalu mirip dengan aslinya. Sayangnya, dalam tindakan ‘menyesuaikan cerita asli’ itu, tidak dilaksanakan secara ‘total’. Ambience dari film aslinya tidak juga turut dituangkan dan membuat Shutter menjadi salah satu wannabe belaka.

Kesamaan jalan cerita, terutama kesamaan di sebagian besar adegan, membuat peononton yang sudah mengenal versi aslinya terkantuk-kantuk, apalagi ditambah dengan tidak berhasilnya Ochiai dalam membangun ambience. Kegagalan dalam penciptaan ambience adalah satu hal yang sangat fatal dalam sebuah film horor. Jelas ini yang saya temukan dalam Shutter. Tidak ada score yang membuat jantung berdetak lebih cepat. Tidak ada adegan yang mampu membuat keringat dingin bercucuran. Hanya pengulangan adegan dari versi asli....secara datar.
Faktor kedua adalah pemeran utamanya. Entah mengapa yang terpilih menjadi sang fotografer adalah sesosok Pacey Witter dari Dawson Creek. Jujur saja, saya tidak berhasil melihat dukungan akting yang tepat dari Joshua Jackson. Tidak terasa kengerian dari ekspresi wajahnya saat bertemu sang hantu. Apalagi Megumi sang hantu pun tidak terlihat menyeramkan. Hanya sesosok wanita jepang berparas cantik mengenakan daster.
Pengulangan cerita. Kegagalan ambience. Kedataran ekspresi. Dan hantu yang terlalu cantik. Jadi apakah kali ini Hollywood berhasil..?

Satu hal yang agak menggelitik perhatian saya adalah, mengapa di hampir seluruh film hasil remake horor Asia, selalu setting dibawa ke Jepang? Dan di satu-dua film hal tersebut malah jadi terlihat terlalu dipaksakan...

The Maid (2005)




Director: Kelvin Tong
Casts: Alessandra de Rossi, Huifang Hong
Country: SIngapore


Salah satu film horor ‘yang terlewat’ oleh saya. Gw beneran ga pernah mendengar film asal singapore ini. Basic ceritanya sih tentang kehidupan TKW di Singapore [ada tokoh bernama Wati di sini] yang kesepian karena jauh dari keluarga, dan berusaha untuk menyesuaikan dengan kebudayan di negeri orang. Karena ketidaktahuan akan kebudayan dan kepercayaan yang berlaku, Rosa [our heroine] melanggar beberapa batasan yang seharusnya tidak Ia langgar, apalagi di masa ‘Hungry Ghost Month’, dimana pada bulan ke tujuh setiap tahun, pintu neraka dibuka untuk para arwah ke bumi.

Dari segi ide cerita film ini lumayan. Urband Legend yang seru buat dibahas. Ditambah screenplay yang baik, cara pemunculan hantu yang satu-dua scene terbilang ok. But overall.. i didnt have a blast. Ga merinding. Kaget sekali2 gara2 sound. And totally easy to forget. Gw juga ga ngerti kenapa bisa gitu, karena film ini terbilang lumayan bagus, dan ga mainstream cerita hantu, walaupun ceritanya ketebak. Akting juga ga jelek2 amat. Mungkin karena hantunya biasa aja kali yah? Make-up yang diserem2in, tp ga segitu serem buat bikin gw ketakutan smp terbayang bayang. Cuma sekedar muka ancur, dipucetin, digosongin.

Dan kemungkinan yang satu lagi..ending...urmmm ga flop..tp ga juga berkesan. Aga sulit buat gw menilai film ini. Karena gw ga bisa mengkategorikan The Maid sebagai film jelek, terbilang bagus malah kalo untuk ukuran film indie, tapi ga segitu bagusnya juga sih... Cuma lumayan...

40 Hari Bangkitnya Pocong (2008)




Pemain : Irwansyah, Raffi Ahmad, Sabai Morsek, Connie Sutedja
Sutradara : Rudi Soedjarwo
Penulis : Casandra Massardi
Country: Indonesia



AKHIRNYAAAAAAAAAA...!!!!!

ada juga film horror indo yang bagusssssssssssss

gak percuma bangun2 menembus macet sama pacar naik busway buat ntn screeningnya film ini
seneng banget pas dapet undangan mendadak buat nonton screening film ini
dari awal pas tau sutradaranya si mas Rudi Soedjarwo sebenernya saya udah antusias sama anne mo ntn film ini.
jangan perhatiin judulnya.. agak2 absurd memang
tapi beneran kesan gw abis nonton film ini adalah pengen lsg nulis review dan kasih tau ke orang2 how great this movie really is

banyak bgt yg saya mo bahas dari film ini
dari start ajah saya udah suka sama colour tone dari film ini, warna2nya cenderung mendem dan berkesan dingin, sampe2 gw gak tau kata apa yang best describe ambience visual film ini. itu aja saya udah lumayan kesengsem
hmm this is better be good, karena film2 mas jarwo sebelumnya kayak 9naga trus pocong 2 itu saya sangat menyukainya.
terutama genre horror soalnya as you all know... selama ini film2 horror2 indo yang ada semuanya kacrut bin ajaib, kalo gak menangnya di kecakepan pemainnya atau menjual teori2 atau legend2 tempat2 berhantu disekitar indo

but this is totally blew me off
walopun memang saya paling parno sama yg namanya pocong cuman film ini bener2 bikin saya tegang
storyline walopun lumayan ketebak tapi cukup twisted dibandingkan alur2 film horror indo lainnya, point yang sangat bagus dsini adalah cara si mas jarwo mengambil gambar itu sedikit gak kaya biasanya
banyak scene2 sunyi yang bener2 fokus close up ke si pemain
saya gak tau nama tekhniknya tapi di setiap shoot itu ada efek2 'claustrophobic' dimana ngambil gambarnya close up banget disaat2 tegang dan si hantu2 itu mau nongol, angle2 sempit itulah yang menurut saya juaraaaaa banget..!!!
sukses bikin scare factor film ini lumayan tinggi.

sebenernya banyak scene2 yang menurut saya kalo bukan mas jarwo yang bikin pasti bakal berkesan cheesy atau murahan mungkin gagal, tapi scene2 mustahil itu berhasil dibikin oleh mas jarwo.. canggih sekali dia
ditambah juga dengan si mbak sabay pemeran utamanya itu.. saya mengangkat jempol buat acting dan ekspresi mukanya itu... bener2 sakit
ya di divisi acting saya bisa bilang hampir semua pemainnya bagus banget actingnya, terutama si pemeran utama nya si sabai dan surprisingly si rafi ahmad siapaitulupasaya pun bagussssssssssss (yang ini bener2 gak ketebak hahaha)
tapi best of the best si ibu connie sutedja pas di make up in jadi pocong
buseddddddddddddd sampe merinding saya liatnya.. real banget
film ini sebenernya cuman 90 menit tapi gak tau kenapa saya berasanya seperti lama banget jalannya film ini, dan memang pas pertengahan tension mulai menurun tapiiiiiii pas awal film sampai setengah filmnya hmmmmm ati2 tuh tegang banget, terutama scene yg saya suka banget itu yang di kos2an pas si mbak pemeran utamanya dikejar mantan pacarnya itu kedalem kosan trus mati lampu.... damnnnnn...!!!!! pretty darn scarry

satu lagi point plus buat film ini, gak cuman menonjolkan unsur tegang sama hantu2 mendadak nongol tapi somehow this film states emotional depression yang lumayan dalem di beberapa peran, yup terutama si peran rafi ahmad itu dan didukung juga oleh pemilihan cast pendukung yang gak kalah bagus ekspresi dan menambah efek tegang film ini.
ada juga bumbu2 percintaan dan humor2 terselubung tapi tidak membuat film ini berkurang atau menyimpang dari tujuannya. menurut saya semuanya proporsional dan tepat.
oh yah saya lupa... bagusnya juga film ini scopenya tidak terlalu luas dan berlebihan, sepertinya sang penulis bener2 ingin fokus ke cerita ini tanpa banyak embel2 dan intrik2 cerita yang tidak relevan dengan fokus film ini

sepertinya saya gak akan bercerita banyak soal jalan cerita film ini but I'm telling you this is one of the best indonesian horror movie yet
layak sekali buat ditonton dan layak dapet pujian buat mas jarwo yang bisa bikin film yahudd dimasa2 film horror indo lagi ancur2an
nonton aja sendiri deh nanti tanggal releasenya 6 Maret 2008

tadinya saya mo ngasih 3bintang karena ada beberapa elemen yang kurang menurut saya seperti ada beberapa hantu yang sepertinya gak penting nongolnya, dan beberapa scene mas irwansyah yang sedikit absurd menurut saya (btw irwansyah sucks banget di film ini actingnya hehehe)
tapi final saya memberikan 4 bintang karena semenjak pocong2 nya mas jarwo yg low budget itu, dia berhasil bikin yang jauhhh lebih keren dan bagus..!!!

hantu nya masuk akal
acting bagus terutama facial expression (perhatiin scene si mbak sabay yang di kamar mandi... edunnnn matanya)
sinematografi yahuuddd
score film ini surprisingly bagus dan gak tlalu berlebihan
thrilling dan watchable banget

if you're a horror fan.. you have to see this

bangga gue nonton film ini yang bikin orang indo hehehe
KEREN..!!!!

sedikit pemantes biar pada penasaran
*ati2 ama scene yang di foto ini


*btw CGI tabrakan mobilnya keren juga tuh.. lom pernah liat ada film indo CGInya se lumayan itu hehehe

1408 (2007)




Director: Mikael Håfström
Casts: John Cusack, Samuel L. Jackson, Mary McCormack
Country: USA


Owkay this is a hard one.....

Setelah sekian lama gw menanti film ini, dan diselingi berbagai macam pendapat orang mengenai film terbaru Stephen King tersebut, rasa penasaran saya dan wahyu semakin menjadi. Karena, dari semua review dan pendapat orang yang udah nonton, satupun ga ada yang sama. Ada yang bilang bagus, so-so, sampai mengecewakan.... hmmmm...setelah menimbang dan menimbang, akhirnya kami membeli DVD nya saja dan menikmatinya bersama roti mayonaise nyaammmm....

Menit2 pertama was a blast! I can feel the thrill and the tickling flow. Suka banget sama permainan karakternya, dimana penjelasan watak per karakternya tidak dijabarkan terlalu deskriptif, tp hanya menampilkan permainan watak yang berjalan bersamaan dengan flow ceritanya. Permainan ambienceny sempat membuat saya merinding sesekali. Beberapa scene saat teror hantu dimulai saat menghibur (eh...menegangkan maksudnya =P).. radio yang tiba2 nyala memutar lagu tempo doeloe, kemudian lukisan yang bergeser sedikit, sampai ke kertas tissue yang melipat kembali. Tipikal sekaliy siy....hmmm but i still like those little thrills that tricked my curiousity....nicely done
Tapi, ketika para hantu sudah mulai muncul...nah di sini level thrillnya mulai turun... well it’s so hollywood’s ghost-look-alike siy....Cuma, the poltergeist play-nya udah ga se-tickling di awal...it’s too blunt and a bit wierd... di poin ini, film ini udah berubah dari thrilling menjadi mind-game, flow cerita yang diputar secara terus menerus sebenernya menarik, tp segala ambience yang sudah terbangun secara baik di menit2 pertama seperti ‘dibanting setir’.... I like the mind twisting part, but i hate it when i lost the thrilling ambience also... =( dilema...dilema..dilema....

DAn yang sangaaatttt gw suka di film ini adalah permainan Samuel L. Jackson.... walaupun peran dia hanya beberapa scene saja, tapi karakter beliau sangat mendominasi. Sampai2 pas bagian Cusack dan Jackson harus adu akting di sebuah scene, keliatan sekali karakter sang tokoh utama jadi “ketutup” banget. Poor cusack.....

Tapi satu hal yang membuat film ini agak flopped: endingnya. Film ini tipikal stephen king banget siy.. but in my oppinion the ending could’ve been better.... rasanya ada yang sedikit gantung aja siy, bukan penutupan yang meninggalkan misteri atau apa.... just..like...’that’...

Loft (2005)




Director: Kiyoshi Kurosawa
Writer: Kiyoshi Kurosawa (screenplay)
Casts: Miki Nakatani, Etsushi Toyokawa, Hidetoshi Nishijima
Country: Japan


gue tertarik ama film ini sebenernya gara2 bikinannya si Kyoshi Kurosawa, gue suka banget film dia yang cure... brilliant menurut gue.

ya film ini memang gak seperti yang diharapkan oleh horror fans... ceritanya ber alur lambat dan gak seperti film2 horror jepang yang ada di pasaran... film ini lebih tepatnya horor misteri tapi ada sisi bizarre romantic nya.. hmmm agak2 aneh memang film ini.
tidak ada score2 musik yang ngagetin pada saat setan2nya nongol... film ini gak menjual faktor kaget dan jebakan setan yang tiba2 hehehehe... you have to watch closely to realize that there is a sightings of ghost

pas pertama nonton gue agak2 bingung sebenernya film ini fokus kemana
pembunuhan..??
apa penemuan mummy bermuka aneh..??
atau tentang drama percintaan hehehe
tapi makin masuk ketengah film fokus penonton ke cerita sebenernya sepertinya dikerjain nih sama si Kurosawa... things are not what they seems to be... misterius sekali memang

"Seeking eternal beauty
She fell into a swamp and lay there, preserved
After a thousand years
She awoke to put her curse on me
A terrifying cure, a curse for all eternity..."

tapi overall gw suka film ini
menantang buat mikir dengan pergantian fokus cerita
sekilas padahal simple bgt ceritanya
tapi di twist sama Kurosawa jadi brilliant (itu juga gw harus nonton 2kali baru ngerti hehehe)
bisa dibilang intelligent psychological-horror sepertinya
this is a great movie, but if you expect a ghoul macabre haunted ghost with obvious scary scene.. well this movie may seems boring to you

*si zombie tanpa mata itu lumayan menakutkan
tapi lebih serem pas ditutupin kain... hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

Unholly Woman (2006)




aka Kowai onna
Directors: Keita Amemiya, Takuji Suzuki
Country: Japan


Hmmm aga bingung mau menilai film ini. Soalnya chapter terakhirnya gw ga tamat ntnnya, hang gt tiba2. but anyway, gw masih amu berbagi sih.

Unholly woman ini terdiri dari 3 cerita pendek,, yaiut; rattle rattle, steel, dan inheritance.
Yang seru banget adalah cerita yang pertama. Yah ceritanya sih setipe kayak seri animasi ‘Ghost at School’ dulu sih, tapi…hantunya..wuihhhhhhhhhhhhhhhhhh kampretisme level kakap. Gila tuh yang meranin hantunya, bisa gitu gesturenya seperti itu. Waktu awal kemunculan sang hantu, dia masih berupa wanita normal gitu ga dandan kayak hantu serem, cuma cara di abergerak, ekspresi, sampe cara dia pegang pisau itu najis banget seremnya, psycho banget…tambah lagi makin ke belakang hantunya makin serem gitu mukanya…hiiiiiiiii… cuma kocaknya pas akhirnya sang hantu beneran berubah jadi monster, nah itu turn off banget…untung udah tinggal beberapa detik terakhir, jadi wajah psychonya masih terkenang jelas untuk membuat gw tetap menobatkan film itu cukup seram.

Cerita kedua, Steel.
Sebenernya film ini ga bisa dikategorikan film horor. Film absurd harusnya. Ga ada serem2nya, tapi ceritanya unik banget, dan sangat membuat gw dan Wahyu gregewtan karena penasaran. Ya bayangkan begini, ada satu tokoh perempuan aneh. Punya kaki seksi dan mulus, tapi sepanjang film dia tidak berbicara, sesekali mengeluarkan bunyi aneh, dan setengah badan keatas selalu dikarungin, dan bisa tiba2 keluar senjata dari dalam karung itu. Dan si mbak karung itu, sedang jatuh cinta…..hmmmm.

Inheritance.
Sayang sekali, cerita terakhir ini terputus di jalan, karena tiba2 dvdnya ngehang. Well, dari permulaannya sih, film ini terlihat so-so, belum ada faktor yang menonjol, dan alurnya cukuip lambat. Scarefactornya juga biasa aja. But cannot give you any further judgement for this one.

The House (2007)




aka Baan phii sing
Director: Monthon Arayangkoon
Writers:Sompope Vejchapipat (written by) & Monthon Arayangkoon (written by)
Country: Thailand


LIMA BINTANG......
......buat tim promosi dan desain grafisnya!!!
why? karena gw berhasil ditipu dengan segala macam trailer, display, website dan promo jor2an dari film ini! belum lagi dengan berbagai rumor bahwa film ini yahud klimaks.....high expectation adalah modal utama gw nonton film horor-yang-katanya-serem-total-ini....grrrrrrrrrr entah udah keberapa kalinya gw dan wahyu merasa teripu dengan film2 horor di tahun 2007.

jadi gw salut total sama pekerja promosi dan kreatifnya karena telah mengemas film kacrut ini sedemikian menariknya sampe2 kita berdua tertipu...lagi.

Lima bintang buat promosinya

minus satu bintang karena gw ga suka hantu2 hasil CGI [dan make up hantu non-CGI-nya yang soooo zombie-like]

minus satu bintang lagi karena ceritanya yang so-so [plus pemeran utamanya yang cenderung bodoh]

dan minus dua bintang lagi buat ENDINGNYA YANG KAMPRET [haloooo...? Tiang pra-sejarah?????]

bintang terakhir bener2 bintang yang tersisa hasil jerih payah promosinya


akhhhhh sudahlah...saya tak mau berbicara panjang....
saya sudah cukup sebal karena tertipu.....

mau nonton film ini? well....think again!!!
*kurangin lagi bintangnya, kasih 2,5 pupi*

Noroi (2005)




Director: Kôji Shiraishi
Casts: Jin Muraki, Rio Kanno, Tomono Kuga, Maria Takagi
Country: Japan


Another film horor bagus yang gw tonton taun 2005!!
Well, ga bener2 horor siy, mungkin bisa dikategorikan film misteri.

Bagi yang gemar hal2 berbau supernatural biasanya akan ‘tergelitik’ dengan acara2 investegasi tentang alam gaib itu [duh bahasanyaaaa…..]. Nah… Noroi ini menyajikan sebuah film horor dalam bentuk [seolah] dokumentasi tentang investegasi seorang TV-Journalist, tentang hal2 berbau supernatural. Mulai dari anak kecil ‘berkemampuan lebih’, sampai kutukan Kagutaba dari sebuah desa di Jepang sana. Semodel Blair witch, tapi berbentuk investegasi kayak model Sightings.

Yang membuat Noroi menarik adalah kekuatan ceritanya. Alur yang sedikit ‘twisting’ dengan screenplay yang diperhitungkan dengan baik. Bener bikin penontonnya berpikir dan makin penasaran. Tambah lagi diolah ke dalam bentuk ‘yang tidak biasa’, yaitu seperti dokumnetasi. Dan Cinematography-nya sangat meyakinkan, teknik pengambilan gambarnya yang bener2 kayak liputan2 gitu, kemudian dukungan akting para pemain yang bagus banget. Sangat natural. Gw dan Wahyu udah hampir yakin kalo ini dokumentasi beneran, bukan fiksi semata [sampe2 pas lagi ntn kita langsung nanya ke mbah google tentang kebenaran mas Masafumi Kobayashi itu]. Cuma, ketika menjelang akhir film, kita dah bisa liat kok kalo itu beneran ‘film doang’. Soalnya alur dan pengambilan gambarnya mulai terlihat seperti film, terutama di bagian semua investegasinya itu ternyata link ke satu hal yang sama [ups spoiler], yeah..itu berasa ‘film’ banget]. Tapi ga ganggu kok. Karena pada saat itu, lo pasti dah kebawa arus filmnya hehehe…. Oia, satu lagi, endingnya tidak mengecewakan!! Memang sepertilah seharusnya cerita itu berakhir, dan efek ‘nggantungnya’ meninggalkan kesan yang dalam [ciyehhhhh].

Ps. Tidak ada penampakan hantu2 di sini… buat yang takut, anda aman.

Tales from the Gimli Hospital (1988)




Director: Guy Maddin
Writer: Guy Maddin
Country: Canada


urmmm sebenernya gw gak mampu buat review film ini
karena film ini bener2 undescribeable buat gw
bener mimpi buruk di siang bolong
visualisasi yang saya sangat jauhkan dari akal sehat saya.

yet I've watch this black & white movie over and over for the past five years
sangat irresistable buat saya untuk gak mencari tahu detail yang disembunyikan dari film ini.

film ini bertemakan sebuah opening dari kunjungan dua anak kecil ke sebuah rumah sakit untuk menjenguk ibunya yang sedang sekarat. lalu ibunya mendongeng tentang seorang wanita pasien rumah sakit ini dahulu yang berakhir dengan tragis.
yes this is not a movie for the weak mind
most folks only stand for about 5 to 10minutes of this film
tapi kalo elo bisa nonton sampe selesai juara berarti hahahaha
absurd banget luh berarti hahaha

film ini bagus banget in someway that you might not understand
it's vivid realm and grim environment bikin elo gak betah ntn film ini makin kedalem, sepertinya Guy Maddin sang sutradara yang juga mambuat salah satu film fave gw 'The Saddest Music in the World" bener2 twist his mind for this movie.

jangan tanya sama gw ending dan storyline nya
this film has a mind of it's own
dan gw mau ingetin ada bedanya antara "strange" dan "weird" movie.. dan ini salah satu film yang membedakan definisi dua kata itu

well... you gotta see for yourself and be prepared to awe by it..!!!!